Senin, 13 Januari 2020

Ingin Membeli Perumahan Syariah? Kenali Dulu Seluk Beluknya


Rumah merupakan kebutuhan pokok setiap orang. Seiring berjalannya waktu banyak konsumen yang ingin memiliki rumah dengan konsep syariah. Hal itu dikarenakan konsep ini tidak memberatkan pembeli, lebih manusiawi, dan bagi konsumen yang beragama Islam sistemnya sudah sesuai syariat. Karena alasan tersebut perumahan syariah kini menjamur.  Developer banyak yang memanfaatkan peluang ini sebagai jawaban atas keinginan pasar.

Meskipun konsep tersebut banyak ditemukan, sebagai pembeli tentu harus kritis serta hati-hati dalam memilih developer. Biasanya ada beberapa yang memanfaatkan sistem syariah itu tidak sepenuhnya, lebih sebagai pemanis atau bahasa marketing saja. Nah, untuk menangkal hal tersebut ada beberapa poin yang diperhatikan pembeli supaya tidak terjebak di pusaran salah. Lalu seperti apakah poin tersebut? Berikut ini rincian lengkapnya.


1. Transaksi Yang Melekat Tanpa Riba

Rumah yang dibeli secara syariah itu tidak memberatkan. Karena unsur bunga dan denda hilang. Dua unsur tersebut sangat bertentangan dengan syariat Islam. Karena unsur itulah yang disebut dengan riba. Jika keduanya tidak ada saat pembeli melakukan transaksi, maka sungguh mereka diuntungkan.

2.  Akad Jual Beli
Saat pembeli memutuskan untuk membeli rumah secara syariah. Mereka tidak akan menemukan pihak ketiga dalam hal ini biasanya diampu oleh bank. Jadi saat transaksi terjadi semua murni bisnis. Hubungannya hanya dua pihak yakni developer dan pembeli.  Entah itu transaksi menggunakan metode kredit atau cash.

Semuanya diatur oleh pihak pengembang. Sehingga konsumen tidak perlu repot harus ke bank dan sebagainya. Yang paling membuat nyaman lagi saat memakai sistem akad syariah. Pembeli tidak dikenakan tambahan biaya administrasi sama sekali. Sungguh berbeda dengan model konvensional bukan?

3. Harga Jual Tetap Nilainya Sesuai Dengan Akad
Harga rumah yang memakai sistem syariah selalu bernilai tetap. Tidak ada perubahan sama sekali, karena saat awal perjanjian akad dibuat. Kesepakatan harga antara pembeli dengan developer telah terbentuk. Pada perjanjian juga sudah ada deal besaran nilai cicilan serta periode waktu pembayarannya. Meskipun saat waktu berjalan terdapat perubahan harga bahan baku karena kondisi ekonomi dan sebagainya. Pembeli tidak khawatir akan harga rumah yang diincarnya.

4. Asuransi Tidak Berlaku
Asuransi mengandung unsur ketidakpastian di dalamnya. Apalagi yang berkaitan dengan risiko kerugian dari sebuah rumah. Rumah memiliki risiko ketidakpastian tinggi, kapan waktu untuk klaim juga tidak jelas. Alasan itulah yang membuat asuransi itu tidak sesuai syariat. Maka dari itu saat memakai sistem syariah, tidak ada namanya item asuransi.

5. Tidak Ada Sistem Sita
Rumah yang dibeli pakai cara syariah, saat pembeli mengalami masalah keuangan. Sedangkan angsuran belum lunas, maka pihak developer tidak akan menyita rumah milik pembeli. Justru mereka memberikan opsi menarik dengan jalan membantu untuk menjualnya. Ketika rumah sudah berhasil terjual. Uang hasil penjualan sebagian dipakai untuk melunasi sisa angsuran yang belum terbayar.

6. Uniknya KPR Yang Ditawarkan Pengembang Syariah
Ketika rumah yang Anda beli melalui pengembang berbasis syariah. Mulai dari awal sampai akhir pembeli hanya berhubungan dengan pengembang dan notaris. Hal itu terjadi saat harga telah disepakati beserta tempo pembayarannya. Meskipun tanpa bunga, pihak developer masih mendapatkan untung. Nah, keuntungan itu diperoleh dari nilai margin yang telah disepakati pembeli dan developer.

Bagaimana membeli rumah secara syariah banyak manfaatnya bukan? Segala hal yang bersifat memberatkan tidak ada lagi. Karena kemudahan itulah kejelian saat di awal perlu diperhatikan. Seperti memahami beberapa poin yang disebutkan di atas. Kini dengan konsep syariah rumah idaman bisa segera Anda miliki.